TUGAS MANDIRI 6-ORGANISASI DAN SISTEM KOMPUTER KAMPUS MILENIAL ITBI

Nama: christin
Jurusan: TEKNIK INDUSTRI S-1
Kelas:malam
Jawaban:
A.Set intruksi adalah sekumpulan lengkap intruksi yang dapat dimengerti oleh CPU, set intruksi sering juga disebut bahasa mesin karena aslinya juga berbentuk biner kemudian dimengerti sebagai bahasa assembly untuk dimengerti manusia (programmer), biasanya digunakan representasi yang lebih mudah dimengerti oleh manusia. Sebuah intruksi terdiri dari sebuah opcode, biasanya bersama dengan beberapa informasi tambahan seperti darimana asal operand-operand dan kemana hasil akan ditempatkan. Set intruksi merupakan jenis intruksi teknik pengalamatan, system bust, CPU dan I/O Set Intruksi Mode & Format Pengalamatan.

B.1.ADD : Perjumlahan
    2.SUBTRACT : Pengurangan
    3.MULTIPLY : Perkalian
    4.DIVIDE : Pembagian
    5.ABSOLUT
    6.NEGATIVE
    7.DECREMENT
    8.INCREMENT
Nomor 5 sampai 8 merupakan instruksi operand tunggal.

C.

D.Interpreter adalah Perangkat lunak yang mampu mengeksekusi code program (yang ditulis oleh programmer) lalu menterjemahkannya ke dalam bahasa mesin, sehingga mesin melakukan instruksi yang diminta oleh programmer tersebut. 
Compiler adalah program sistem yang digunakan sebagai alat bantu dalam pemrogaman.Perangkat lunak yang melakukan proses penterjemahan code (yang dibuat programmer) ke dalam bahasa mesin. Hasil dari terjemahan ini adalah bahasa mesin. Pada beberapa compiler, output berupa bahasa mesin dilaksanakan dengan proses assembler yang berbeda. 

Perbedaan antara Compiler dengan Interpreter :
1. Untuk menjalankan menjalankan program hasil kompilasi (hasil compiler) dapat dilakukan tanpa membutuhkan source code. Kalau interpreter membutuhkan source code.
2. Jika dengan kompiler, maka pembuatan kode yang bisa dijalankan mesin dilakukan dalam 2 tahap terpisah, yaitu parsing ( pembuatan kode objek ) dan linking ( penggabungan kode objek dengan library ) . Kalau interpreter tidak ada proses terpisah.
3. Jika compiler membutuhkan linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library demi menghasilkan suatu kode yang bisa dijalankan oleh mesin. Kalau interpreter tidak butuh linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library.
4. Interpreter cocok untuk membuat / menguji coba modul ( sub-routine / program-program kecil ). Maka compiler agak repot karena untuk mengubah suatu modul / kode objek kecil, maka harus dilakukan proses linking / penggabungan kembali semua objek dengan library yang diperlukan.
5. Pada kompiler bisa dilakukan optimisasi / peningkatan kualitas kode yang bisa dijalankan. Ada yang dioptimasi supaya lebih cepat, ada yang supaya lebih kecil, ada yang dioptimasi untuk sistem dengan banyak processor. Kalau interpreter susah atau bahkan tidak bisa dioptimasikan.

E.1. Lexical Analyzer : membaca program sumber, karakter demi karakter. Sederetan (satu atau lebih) karakter dikelompokkan menjadi satu kesatuan mengacu kepada pola kesatuan kelompok karakter (token) yang ditentukan dalam bahasa sumber. 

2. Syntax Analyzer : memeriksa kesesuaian pola deretan token dengan aturan sintaks yang ditentukan dalam bahasa sumber. Sederetan token yang tidak mengikuti aturan sintaks akan dilaporkan sebagai kesalahan sintaks (sintax error). Secara logika deretan token yang bersesuaian dengan sintaks tertentu akan dinyatakan sebagai pohon parsing (parse tree).

3. Semantic Analyzer : memeriksa token dan ekspresi dari batasan-batasan yang ditetapkan. Batasan-batasan tersebut misalnya : panjang maksimum token identifier adalah 8 karakter,panjang maksimum ekspresi tunggal adalah 80 karakter,nilai bilangan bulat adalah -32768 s/d 32767,operasi aritmatika harus melibatkan operan-operan yang bertipe sama.

4. Intermediate Code Generator : membangkitkan kode antara (intermediate code) berdasar-kan pohon parsing. Pohon parse selanjutnya diterjemahkan oleh suatu penerjemah yang dinamakan penerjemah berdasarkan sintak (syntax-directed translator).

5. Code Optimizer : melakukan optimasi (penghematan space dan waktu komputasi), jika mungkin, terhadap intermediate code. Dilakukan juga pendeteksian suatu ekspresi yang sering terjadi, sehingga pengulangan tidak perlu terjadi dan lain sebagainya.

6. Code Generator : membangkitkan kode dalam bahasa target tertentu (misalnya bahasa mesin).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS MANDIRI 5-ORGANISASI DAN SISTEM KOMPUTER KAMPUS MILENIAL ITBI